Pemerintah memiliki rencana penghapusan Pertalite dan Premium, anggota DPR memberikan tanggapan.
Rencana penghapusan Pertalite dan Premium oleh pemerintah, anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti memberikan tanggapan.
Anggota DPR Roro Esti mengungkapkan, penghapusan dua jenis bahan bakar minyak (BBM) tersebut harus dengan rencana yang matang oleh pemerintah.
“Penghapusan BBM jenis Premium dan Pertalite tidak bisa dilakukan begitu saja,” kata Roro Esti pada Rabu, 29 Desember 2021 seperti dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari ANTARA.
Menurut anggota DPR Roro Esti, rencana penghapusan Pertalite dan Premium oleh pemerintah jangan sampai membuat kepanikan di masyarakat.
“Harus bertahap dengan sosialisasi masif, agar tidak membuat masyarakat panik, serta gaduh ke depan,” lanjut anggota DPR Roro Esti.
Roro Esti mengungkapkan, penghapusan Pertalite dan Premium harus dilakukan dengan sosialisasi masif yang mudah dipahami masyarakat.
“Metode sosialisasi perlu diperhatikan, dengan konten mudah dicerna, agar memahami maksud, serta tujuan transisi energi yang akan dilakukan,” lanjut Roro Esti.
Sementara itu, sesuai konstitusi pemerintah mengatur harga BBM, melalui mekanisme evaluasi per tiga atau enam bulan.
Menurut Roro Esti, keterlibatan pemerintah dalam mengatur harga BBM, harus memperhitungkan harga minyak dunia.
Sehingga masyarakat terbiasa akan fluktuasi harga BBM oleh pemerintah, serta tidak lagi mengacu pada harga pasar.
“Hal ini berkaitan dengan subsidi BBM, yang diharapkan bisa diterapkan, untuk salah satu jenis BBM yang nantinya dijual di SPBU,” lanjutnya.
Roro Esti menyatakan, pembahasan penghapusan Pertalite dan Premium sempat dibicarakan Komisi VII DPR dan Pertamina.
Namun, rencana penghapusan Pertalite dan Premium tersebut, belum dijelaskan secara matang serta baku.
Roro Esti menjelaskan, penghapusan Pertalite dan Premium berdasarkan tujuan negara memenuhi komitmen internasional, yakni menekan emisi karbon 29 persen pada tahun 2030.***
sumber: tasikmalaya.pikiran-rakyat.com